Dalam suatu perusahaan yang memilik
persediaan stok barang, ada beberapa metode pencatatan stok barang yang
digunakan, diantaranya adalah FIFO (FIRST
IN FIRST OUT), LIFO (LAST IN FIRST
OUT), dan metode AVERAGE.
Nah kali ini, kita akan bahas apasih perbedaan dari metode FIFO dan metode AVERAGE? Yuk kita simak..
Metode First In First Out
Secara singkat, metode ini
berarti perusahaan menggunakan stock persediaan barang yang terlebih dahulu
datang. Sehingga barang yang lebih dulu keluar
dari gudang harus barang yang pertama kali datang. Dengan menerapkan metode
ini, persediaan stock barang yang terlebih dahulu agar terhindar dari kerusakan
atau masa berlaku yang habis, karena jangka waktu barang tersebut di gudang
tidak terlalu lama. Sehingga dapat dipahami bahwa dengan metode FIFO biaya yang
digunakan untuk menghitung Harga Pokok Produksi
adalah harga dari produk yang masa waktunya paling lama berada di gudang.
Perusahaan-perusahaan
yang menggunakan metode First In First Out dalam manajemen persediaan stok
barang biasanya perusahaan yang bergerak dibidang retail makanan dan minuman yang
produknya memiliki kadaluwarsa. Beberapa contoh seperti lnd*m*ret, Alf*ma*t. Dengan metode ini perusahaan seperti ini akan terhindar dari rugi besar atau bangkrut karena persediaan barang datang mereka yang kadaluwarsa.
Contoh kasus penerapan
FIFO dalam usaha retail makanan yang bisa kita temui.
Cedric ingin membeli roti tawar di lnd*m*ret,
roti yang berada di barisan paling depan kadaluwarsanya 1 hari lagi, Cedric memilih
roti paling belakang karena memilki kadaluwarsa yang lebih lama dari roti
paling depan, itu karena retail makanan tersebut menggunakan sistem First In
First Out dalam menata produk di rak mereka.
Metode Average
Kalau tadi metode FIFO menghitung biaya persediaan dari
produk yang masa waktunya paling lama berada di gudang, metode average
digunakan tanpa memperhatikan masa waktu barang, lama atau baru, bulanan atau
tahunan barang tersebut berada di gudang tidak di permasalahkan . Karena
metode ini membagi rata biaya barang dengan kuantitas barang yang akan dijual.
Comments
Post a Comment