Analisis Lingkungan Eksternal Makro dengan PESTLE. Saya sudah menyusunnya secara teratur agar mudah dibaca kembali.
Lingkungan makro meliputi konteks lingkungan luas di mana industri perusahaan berada.
Analisis PESTLE
- P = Political
- E = Economic
- S = Social
- T = Technological
- L = Legal
- E = Environmental
1. Politic (Politik)
Meliputi hal kebijakan pajak/fiskal, tarif, iklim politik, dan kekuatan institusi seperti perbankan. Kebijakan mempengaruhi jenis industri tertentu lebih dari yang lain.
- Contoh: Kebijakan energi (akan mempengaruhi produsen energi dan pengguna energi).
2. Economic (Ekonomi)
Meliputi iklim ekonomi secara umum dan faktor khusus seperti tingkat bunga, nilai tukar, inflasi, tingkat pengangguran, tingkat pertumbuhan ekonomi, defisit atau surplus perdagangan, tingkat tabungan, dan produk domestik.
- Contoh: Industri konstruksi sangat rentan terhadap kemerosotan ekonomi tetapi secara positif dipengaruhi oleh faktor seperti suku bunga rendah.
3. Social (Sosial)
Kekuatan sosiokultural meliputi nilai sosial, sikap, pengaruh budaya, dan gaya hidup yang berdampak pada permintaan barang/jasa tertentu. Faktor demografis seperti ukuran populasi, tingkat pertumbuhan, dan distribusi umur. Kekuatan sosiokultural berbeda di tiap tempat dan berubah dari waktu ke waktu.
- Contoh: Tren gaya hidup yang lebih sehat bisa bergeser pengeluaran untuk peralatan olahraga & klub kesehatan dan jauh dari alkohol & makanan ringan.
4. Technological (Teknologi)
Meliputi laju pertumbuhan/perubahan teknologi dan perkembangan teknis yang memiliki potensi efek luas pada masyarakat, seperti rekayasa genetika, nanoteknologi, dan teknologi energi surya. Termasuk lembaga yang terlibat dalam menciptakan pengetahuan dan mengendalikan penggunaan teknologi.
- Contoh: Melalui internet, perubahan teknologi dapat mendorong lahirnya industri baru (drone, VR, dan perangkat yang dapat terhubung).
5. Legal (Hukum)
Faktor ini termasuk peraturan dan UU yang harus dipatuhi perusahaan (UU konsumen, UU perburuhan, dan peraturan kesehatan dan keselamatan kerja). Beberapa faktor tersebut bersifat umum dan berlaku untuk semua industri, sementara lain bersifat spesifik dan mempengaruhi industri tertentu.
- Contoh: Regulasi upah minimum dampaknya pada industri dengan upah rendah seperti panti jompo / UMKM.
- Regulasi keselamatan kerja berdampak pada industri dengan risiko kerja yang tinggi (pertambangan batu bara dsb).
6. Environmental (Lingkungan)
Termasuk kekuatan ekologi dan lingkungan seperti cuaca, iklim, perubahan iklim, dan faktor seperti banjir, kebakaran, dan kekurangan air. Faktor tersebut dapat secara langsung memiliki dampak seperti asuransi, pertanian, produksi energi, & pariwisata. Banyak industri yang memiliki dampak tidak langsung namun signifikan pada lingkungan. Hal ini memunculkan relevansi pentingnya pertimbangan lingkungan dalam berbagai industri.
Langkah-langkah Analisis PESTLE
|
.png)